Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI)

YESUS PENYEMBUH


Leave a comment

KPPI Pusat 10 April 2014: Carilah Dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu

Pada hari Kamis, 10 April 2014 kembali berlangsung Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) di Auditorium Gedung Advent, Jalan MT Haryono, Kav  4-5, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan. Tuhan membawa banyak umatNya datang dari berbagai penjuru kota di Jabodetabek.

 

 
Jemaat menaikkan pujian sukacita karena Tuhan memberikan kegirangan dan damai sejahtera mengiring sepanjang kehidupan setiap kita.

 

Sebuah film kesaksian dari Ibu Romanherga Wonga yang disembuhkan dari sakit pinggang membangkitkan iman jemaat yang menyaksikan. Mujizat Tuhan sungguh nyata, membuktikan bahwa Allah hidup. Jemaat menyanyikan pujian menyatakan Tuhan sanggup melakukan berbagai mujizat bagi orang yang percaya. Demikian juga iman jemaat kembali dikuatkan saat ditayangkan film kesaksian dari Bpk. Hendry, seorang pemain keyboard, yang mengalami sakit stroke ringan selama 8 tahun. Bagian tubuh sebelah kanan kaku dan tidak bisa digerakkan. Ia datang ke KPPI pada tanggal 13 Maret 2014 dan disembuhkan Tuhan.  Bpk Hendry hadir dan menyatakan kesembuhannya di depan jemaat. Ia berlari, melompat dan bergerak layaknya orang yang sudah normal. Ia sudah disembuhkan ! Haleluya! Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan mujizatNya tersedia bagi kita.

 

 
Hamba Tuhan, Pdt. Jacob B Sumbayak, maju ke depan dan memimpin dalam doa. Di dalam doa yang dinaikkan maka memohon agar Tuhan yang penuh belas kasihan megampuni segala dosa dan ketidak percayaan, menguduskan dan melayakkan setiap yang hadir untuk mendengar perkataan Tuhan, dan menganugerahkan iman, karena iman datang oleh pendengaran akan Firman Tuhan. Dengan penuh penyerahan diri dan kerendahan hati karena tidak ada yang dapat dibanggakan selain begitu banyak dosa yang ada. Bahkan ketika masih berdosa Tuhan Yesus telah mati bagi kita.
Semua diajak sungguh-sungguh datang kepada Tuhan dengan membawa hati yang remuk dan miskin. Mengakui memiliki hati yang terikat dengan segala kekuatiran hidup,  penuh  dengan kesusahan, bahkan sering kali menolak kehendak dan kasih sayang Tuhan dan melarikan diri dari Tuhan. Sering kali menolak untuk dibentuk dan dan berkata tidak kepada Tuhan. Tapi malam itu semua diajak untuk berserah penuh, datang kepada Tuhan dan mengakui bahwa jalan Tuhan lebih baik dari jalannya. Jalan kita hanya menuju kebinasaan. Dan sekarang sungguh-sungguh berserah penuh kepada Tuhan. 
Tuhan yang begitu besar seperti meminta-minta kepada kita. Siapakah yang seperti Tuhan kita? Tidak ada seorang sahabat di dunia yang mau mati bagi kita dan perduli kepada kita, tetapi Tuhan mau mati bagi kita. Karena begitu besar kasihNya akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Bukan karena perbuatan baik kita tapi karena darahNya telah dicurahkan bagi penebusan kita.
 
Matius 6 : 25-33 “ Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Hendaklah setiap orang percaya kepada Yesus. Hendaklah mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semuanya akan ditambahkan kepada kita. Carilah dahulu Yesus maka segala sesuatu yang kita perlukan, termasuk kesembuhan kita, akan ditambahkan kepada kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Percaya bahwa Tuhan Yesus mengasihi kita dan memberikan hidup yang penuh kesukaan.
Kita begitu dikasihi Tuhan. Dia adalah Tuhan sendiri dan datang ke muka bumi. Setiap orang yang mau percaya kepada Tuhan diminta bangkit berdiri. Dan bila sungguh-sungguh meminta ampun atas dosa-dosanya maka akan beroleh kelahiran baru, tidak akan diikat oleh dosa lagi dan dibebaskan dari segala keinginan daging yang sangat mengikat. Berita tentang salib Kristus adalah berita yang penuh kasih karunia bagi yang mau percaya. Semua  yang hadir mengangkat tangan dan mengikuti doa menerima Tuhan Yesus di dalam  hati mereka.

Semua orang yang percaya dan menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak Allah. Karena itu, hendaklah jangan takut tetapi percaya kepada Yesus. Dia tetap sama dan kuasaNya tidak berubah. Percayalah kepada Yesus. “Oleh bilur-bilurnya, kita disembuhkan,” demikian Firman Tuhan berkata. Selama hidupNya di dunia, Dia menunjukkan Dia adalah Anak Allah.  Dia sanggup memberi makan 5 ribu orang, berjalan di atas air, menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, membuka telinga yang tuli dan membangkitkan orang mati. Itulah mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus, Anak Allah, karena Dia berasal dari surga, kuasa ada padaNya dan barangsiapa percaya kepada Nya akan menerima kesembuhan! Apapun sakit penyakit, walau divonis secara medis tidak dapat disembuhkan, percaya dan beriman kepada Tuhan.

 

 

 

Seluruh konselor diundang maju ke depan, demikian juga semua orang yang sakit. Ada begitu banyak yang maju ke depan. Setelah doa kesembuhan dinaikkan secara bersama-sama barulan kemudian para konselor mendoakan setiap yang sakit satu persatu. Semua nampak berdoa dengan begitu bersungguh-sungguh dan penuh iman. Berbagai mujizat pun terjadi. Mereka disembuhkan dari sakit pinggang 1 tahun, penglihatan kurang selama 6 bulan, sakit asma sejak kecil, syaraf kejepit, tangan kiri sakit selama 1 tahun, sakit pusing selama puluhan tahun, lutut yang sakit berbulan-bulan, mata rabun selama 3 bulan, tumor payudara selama 6 tahun, sakit pada leher selama 1 tahun, panas pada perut selama 5 bulan, asam urat dan reumatik selama 1 tahun, tidak bisa jongkok, sesak nafas 2 tahun, sakit jantung 3 tahun, maag kronis selama 1,5 tahun, sulit berdiri lama selama 2 tahun, buta pada mata kiri selama 1 tahun, mata bagian kiri perih, ginjal 1 tahun dan stroke pada tubuh bagian kiri. Masih banyak lagi yang disembuhkan.

Ibu ini disembuhkan dari mata buta di sebelah kiri selama 1 tahun. Puji Tuhan.

Sungguh Allah maha berkuasa dan melakukan berbagai mujizat yang heran bagi umat yang dikasihiNya. Terpujilah Tuhan selama-lamanya.


Leave a comment

KPPI PUSAT 27 Maret 2014 : Allah Sanggup Menghentikan Badai Hidupmu

Allah kembali menyatakan kasihNya  kepada umatNya di Jabodetabek melalui Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) yang  kembali diadakan  pada hari  Kamis 27 Maret 2014 di Auditorium Gedung Advent, Jalan MT Haryono Kav 4-5, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan.  Meski cuaca sempat turun hujan dan menyebabkan kemacetan namun tidak menghalangi datangnya umat Tuhan dari berbagai wilayah Jabodetabek menghadiri KPPI.
Pujian terus dinaikkan menyatakan bahwa Tuhan tidak pernah gagal. Sukacita terlihat di setiap wajah jemaaat yang hadir. Film kesaksian kesembuhan ditayangkan mengenai kesembuhan yang terjadi pada seorang gadis muda yang sakit maag. Jemaat yang menyaksikan kembali dibangkitkan imannya dan diajak memperkatakan Mazmur 107:20, “Disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur.”

Jemaat dibawa menyembah Tuhan, Bapa yang penuh kasih hadir di tengah umatNya dan selalu memberi apa yang kita minta. Dengan pujian menyatakan percaya kepada Tuhan dan mengingat betapa dalam dan lebarnya kasih Tuhan kepada kita. Film kesaksian kesembuhan kembali  ditayangkan mengenai seorang  ibu yang disembuhkan dari sakit pinggang. Kesaksian ini membangkitkan iman yang menyaksikannya, terlebih ibu yang telah sembuh hadir menjadi kesaksian bagi semuanya.

Pdt. Jacob B Sumbayak

Hamba Tuhan, Pdt. Jacob B Sumbayak, maju ke depan dan memimpin di dalam doa. Apakah kita percaya Yesus mengasihi kita. Dialah Tuhan sendiri yang datang ke bumi karena mengasihi kita. Dia lahir ke dunia hanya untuk menebus kita.

 
Dibacakan Matius 8:24-26, “Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”  Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
Di saat angin ribut mengamuk  sehingga perahu yang ditumpangi murid-muridNya hampir tenggelam sedangkan Yesus tertidur, maka murid-muridpun ketakutan dan berkata kepada Yesus, “Tuhan,Tolonglah kita akan binasa.” Iman mereka menjadi ciut melihat gelombang yang besar. Kata Tuhan, “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Hendaklah kita mengenal akan Yesus. Kadangkala kita merasa begitu takut akan hidup kita, seperti perahu yang akan tenggelam. Percayalah kepadaNya. Dia sanggup kita andalkan dalam kekalutan dan ketakutan kita. Dia lebih besar dari segala perkara karena Dia adalah Tuhan. Maka bangunlah Yesus dan menghardik badai. Apakah artinya  kapal yang hampir tenggelam bagi Yesus. Dia adalah Allah dan Tuhan, Dia yang menciptakan langit dan bumi. Apalah artinya gelombang yang besar? Semuanya dapat ditaklukan oleh Dia. Hendaklah kita percaya kepada Yesus dan menyerahkan hidup kita kepadaNya. Dia berdiri menghadapi badai dan mendiamkannya bagi kita. Lihatlah Yesus dengan mata imanmu.
 
Yesus selalu mengajari kita untuk percaya kepadaNya. Markus 11:21-24 “Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.” Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”
 
Hendaklah kita percaya kepada Yesus, tidak bimbang tapi apa saja yang kita doakan percaya bahwa kita telah menerimanya. Percayalah kepadaNya. Dia adalah Tuhan, yang mau mati bagi kita sebagai tanda kasihNya kepada kita. Kita tidak dapat membayar dosa kita tapi darahNya membayar dosa kita.  Dia berkata agar kita jangan takut tetapi pandanglah kepada Yesus. Agar kita datang kepada Tuhan, bertobat dan minta ampun. Hendaklah kita mendengar suaraNya, jangan takut dan gelisah, sebab Tuhan baik dan mengasihi kita. Perkara apakah yang sulit bagiNya? Oleh bilur-bilurNya segala sakit penyakit kita ditanggungNya dan kita menjadi sembuh.
Rambut di kepala kita saja terhitung semuanya olehNya. Sebab itu jangan kita takut tetapi percaya kepadaNya. Hendaklah memandang kepada Yesus dengan mata iman. Dia Tuhan yang penuh kuasa. Dia sudah mati untuk membayar dosa kita. Tuhan tahu ketika kita takut menghadapi masa depan, tetapi kabar baik adalah kita tidak perlu takut sebab Tuhan baik.
Jemaat yang percaya pada Tuhan diajak untuk bangkit berdiri dan datang secara pribadi pada Tuhan. Hampir seluruh jemaat berdiri dan berdoa mengundang Tuhan masuk dalam hati mereka.  Puji Tuhan!!

Susan Sumbayak

Susan Sumbayak maju ke depan dan memimpin doa mengucap syukur sebab Tuhan hadir dalam hidup kita untuk menjadikan kita baru, belas kasihanNya ada pada kita semua.  Kasih Allah begitu indah menjamah setiap umatNya.  Disampaikan kembali agar jangan takut dan gelisah sebab Tuhan baik. Tidak ada yang mustahil sebab oleh bilur-bilurNya kita semua disembuhkan. Mereka yang sakit jantung, sesak nafas diundang maju ke depan untuk didoakan terlebih dahulu. Ibu Susan menyatakan supaya percaya saja pada Tuhan, dan setelah didoakan, mukjizat terjadi, seorang ibu yang sakit jantung, seorang bapak yang sesak nafas disembuhkan-Nya!! Ibu itu memasang ring pada jantungnya, sering merasa lelah bila sedikit saja beraktifitas, tapi malam ini setelah didoakan, naik turun tangga, tidak merasakan sakit lagi.

Kemudian semua konselor dipanggil terlebih dahulu. Juga semua jemaat yang sakit. Setelah doa kesembuhan secara bersama-sama dinaikkan barulah para konselor bergerak mendoakan yang sakit satu persatu. Allah bekerja atas doa-doa yang dinaikkan dengan penuh iman dan kesungguhan hati. Berbagai kesembuhan terjadi pada malah hari itu, yaitu: sakit pinggang akibat kecelakaan, sakit jantung selama 14 tahun sehingga sesak, sakit jantung bocor selama 10 tahun, stroke selama 10 tahun sehingga sulit mengangkat tangan, nyeri pada perut dan jantung berdebar, pergelangan tangan retak dan ngilu selama 1 tahun, tangan kanan tidak bisa digerakkan selama 1 tahun, sakit pinggang selama 10 tahun, mengalami 2 kali serangan jantung dan diopname serta dinyatakan ada plak pada jantung sembuh setelah didoakan di Rumah Sakit, jantung lemah selama 1 tahun, maag dan sesak nafas.
 
Allah sungguh baik dan sanggup melakukan berbagai mujizat. Terpujilah Tuhan selama-lamanya.


Leave a comment

KPPI 13 Maret 2014 : Serahkan Bebanmu Kepada Tuhan Yesus

Puji Tuhan, Haleluya! Tuhan adalah Allah yang baik bagi setiap orang yang berharap dan percaya kepadaNya.Pada hari Kamis, 13 Maret 2014 kembali diselenggarakan Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) di Auditorium Gedung Pertemuan Advent, Jln. MT Haryono Kav 4-5, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan.Adalah sukacita yang besar menyambut hari dimana Allah telah merencanakan perkara-perkara besar terjadi atas umat Tuhan di Jabodetabek.

Pemimpin Pujian, Pdt. Timotius Fajar, mengajak umat Tuhan untuk bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan melalui puji-pujian kepada Tuhan.

Firman Tuhan yang diperkatakan bersama umat Tuhan, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” mengajak umat Tuhan untuk percaya kepada Yesus Kristus, sebab Dia mempunyai kuasa yang besar untuk mengampuni, menyembuhkan dan melepaskan kita dari semua dosa dan sakit penyakit.

Apapun persoalan dan beban berat yang kita hadapi, Tuhan sanggup memberikan kelepasan dan jalan keluar.

Ditayangkan juga sebuah film kesaksian kesembuhan yang dialami ibu Lili, seorang yang telah disembuhkan dari sakit gula dimana kakinya luka dan harus diamputasi, tapi setelah didoakan maka lukanya menjadi sembuh dan tidak lagi perlu diamputasi, dan kadar gulanya juga telah menajdi normal. Juga film kesaksian kesembuhan berikutnya mengenai seorang pemudi bernama Yanti yang disembuhkan Tuhan dari sakit maag selama 12 tahun, kesaksian ini  memberikan pengharapan bahwa bilur-bilur Yesus sanggup menyembuhkan.

 

Di dalam suasana penyembahan, Pdt. Jacob B. Sumbayak menyatakan kebenaran bahwa Tuhan Yesus sangat mengasihi kita. Di dalam Yesus ada damai sejahtera, cinta kasih, pengampunan dosa, mujizat  dan hidup kita menjadi baru.  Yesus berkata, “Marilah kepadaKu yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan.”
Tuhan Yesus bersedia datang dari surga bahkan  memberikan nyawaNya bagi kita.  Hanya Yesus yang melakukannya, membuktikan bahwa Dia benar-benar mengasihi kita.  Supaya kita memiliki hidup dan dapat kembali kepada Bapa di surga. Dan  dosa kita yang merah seperti kirmizi, dihapuskan menjadi putih seperti salju.

Seluruh yang hadir diajak untuk memandang dan percaya  kepada Yesus. Mungkin kita sering mendengar nama Yesus, tapi hendaklah kita beriman, percaya dan menyerahkan hidup kita. Percaya bahwa Dia sanggup mengubah hdup kita. Jangan kita menjadi kuatir, Dia sanggup  menghitung rambut di kepala kita pastilah tahu memberikan kehidupan kepada kita.

Bagi yang mau percaya dan menerimaNya  diberi kuasa menjadi anak Allah (Yohanes 1:12) dan diajak berdoa menerima Tuhan Yesus menjadi Juruselamat pribadinya.  Sama seperti wanita yang sakit pendarahan 12 tahun, datang dan percaya kepada Yesus, maka  dosanya diampuni.

Syarat untuk disembuhkan adalah  percaya.  FIrman Tuhan disampaikan dari Matius 14:21-28 mengenai perempuan Kanaan yang percaya. Ia  adalah wanita Feronesia dan bukan bangsa Yahudi, tapi dia mendengar tentang Yesus dan  percaya kepada Yesus. Ia menyebut Yesus Anak Daud, menunjukkan bahwa dia percaya Yesus adalah Mesias. Wanita Feronesia ini anaknya sakit parah, kerasukan setan, itu sebabnya dia begitu berharap kepada Yesus. Waktu perempuan ini berseru minta belas kasihan Yesus, Yesus tidak menjawab, seperti tidak perduli dan acuh saja, bahkan para murid  berkata agar menyuruh perempuan ini pergi karena berteriak-teriak, karena mungkin di sepanjang jalan dia terus berteriak minta belas kasihan Yesus untuk anaknya. Ia melakukannya karena percaya Yesus sanggup menyembuhkan anaknya. Walaupun sepertinya Yesus tidak perduli dia terus nekad berteriak.

Bagaimana dengan kita, jika saja Yesus lewat, apakah kita nekad berteriak, atau mundur dan merasa doa kita tidak dijawab? Yesus akhirnya menjawab bahwa Dia diutus kepada bangsa Israel dan bukan ke bangsa lain. Sekalipun diusir perempuan ini luar biasa imannya. Ia tidak menyerah,  malahan mendekat dan menyembah Dia.  Betapa besar imannya.

Iman kepada Yesus adalah bukan karena lamanya kita mendengar nama itu tapi seberapa dalam kita percaya kepada nama itu. Perempuan ini bukan orang Israel, tapi dia seorang yang  percaya. Yesus menguji imannya dan kelihatannya cukup keras karena mengumpamakan dia seperti seekor anjing yang tidak pantas menerima roti dari tuannya. Jika saja perempuan ini  tidak beriman  pasti dia mundur, tapi sebaliknya dia menunjukkan kepercayaan dan kerendahan hati. Ia  benar-benar memaksa dirinya untuk tetap mendekat, datang meminta pertolongan kepada Yesus.
Sesungguhnya Yesus sungguh-sungguh menolong orang yang datang kepadaNya. Allah adalah Allah yang tidak bisa menolak iman, dan tidak memandang rupa, suku dan bahasa. Sehingga Tuhan Yesus berkata, “Hai ibu besar imanmu, jadilah kepadamu seperti imanmu.” Seketika itu juga anaknya sembuh.

Berikutnya setiap yang sakit dan mau percaya diminta berdiri, begitu juga yang mewakili yang sakit, sama seperti perempuan Feronesia yang mewakili anaknya, atau perwira yang mewakili hambanya. Kuasa iman begitu besar. Banyak di antara mereka yang sakit sudah divonis dokter tidak dapat disembuhkan namun malam itu beriman untuk disembuhkan Tuhan. Seluruh konselor maju dan mendoakan mereka yang sakit satu-persatu

Disembuhkan dari sakit syaraf sebelah kanan dan  stroke selama 8 tahun

Ajaib Tuhan, sungguh kuasa Yesus tidak pernah berubah dari dulu, sekarang dan sampai selamanya, Tuhan melakukan mukjizat di tengah umatNya. Berbagai mujizat terjadi, diantaranya kesaksian kesembuhan yang terjadi malam itu yaitu: sakit alergi, pusing dan susah bernafas, sakit punggung, sakit kepala 6 bulan dan pusing setiap hari, sakit syaraf separo badan, stroke 8 tahun, sakit vertigo 1 tahun, sakit sesak napas, lambung akibat ginjal,
sakit akibat operasi usus buntu 1 tahun, sakit urat syaraf terjepit pada pinggang, sakit susah berjalan karena kecelakaan,  sakit tyroid 3 bulan,  sakit rematik 2 bulan pinggang dan kaki, sakit tulang ekor 4 tahun, sakit kencing manis 20 tahun sudah dites gula darah dari 400 menjadi 100, sakit asam lambung, perut terasa sakit, sakit asam urat sehingga badannya kaku, sebelah kiri badan sulit digerakkan, sakit kaki, mata rabun,  kekurangan kalium 4 tahun sehingga bagian kaki terasa ngilu, sulit berjalan dan jongkok. Oleh iman mereka disembuhkan Tuhan.Selanjutnya yang rindu untuk melayani orang sakit, mereka didoakan, ada 10 orang yang mau memberikan hidupnya untuk melayani Tuhan.

Tuhan telah melakukan perkara-perkara yang ajaib malam hari ini.





77c2a-wetouyzwkqvlcaz6qx7ore0h4-a8pvcfpejhlni4gl6sdojiycwfssrxcyrrvbpm15myiz8t52_bfcsevs_fs4feaff5lpjmldoxxv94tkw3l4cgwpkfauguefjs3zo2snxe-jtgbuop8bbjs9cd8cgz6g6unocgcarpyarwju4t3zqfubhwuf-3mcsfwsgbpk


Leave a comment

KPPI 27 Februari 2014 : Allah Perduli dan Mengasihimu

Pada hari Kamis, 27 Februari 2014 kembali berlangsung Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) di Auditorium Gedung Advent, Jl. MT Haryono Kav 4-5, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan. Tuhan terus menyatakan kasih dan kuasaNya atas Jabodetabek.
Sejak pukul 18.00 WIB umat Tuhan mulai berdatangan memasuki Gedung Pertemuan Advent, Pancoran. Tampak yang datang adalah mereka banyak yang , mereka rindu merasakan jamahan serta mujizat Tuhan.
Pujian sukacita karena telah dijadikan satu dalam  keluarga Allah mengawali kebaktian malam hari itu.  Seluruh jemaat juga diajak memperkatakan Firman Tuhan bahwa Tuhan adalah Gembala yang baik, yang telah menyerahkan nyawaNya bagi dombaNya.
Film kesaksian kesembuhan ditayangkan, tentang kesembuhan yang terjadi pada Ibu Ince  dari sakit pada pinggangnya. Demikian juga film kesaksian berikutnya mengenai ibu Lili yang disembuhkan dari luka dan pendarahan karena sakit gula bahkan divonis harus diamputasi, tapi setelah didoakan lukanya mengering dan gula darahnya juga dinyatakan normal. Seluruh jemaat dibangkitkan imannya menyaksikan tayangan kesaksian ini.
Hamba Tuhan, Pdt. Jacob B Sumbayak maju ke depan dan memimpin dalam doa. Di dalam doa semua diajak datang dengan hormat kepada Allah Pencipta langit dan bumi. Dia Allah yang  sanggup melakukan mujizat dan mengubah hidup kita. Dialah Tuhan yang ada di tengah umatNya,  yang sangat berkuasa, yang tak terhampiri, amat kudus dan besar, tidak berawal dan berakhir.  Tetapi Dia yang besar itu mau untuk datang ke muka bumi, menjelma menjadi manusia bernama Yesus Kristus.
Allah mengasihi manusia. Dia tahu kita tidak dapat keluar dari dosa kita sendiri, samasekali tidak dapat menanggung dosa kita sendiri. Dia tahu kita tidak dapat keluar dari penderitaan kita. Dia tidak hanya memandang dari surga, namun Dia datang dan turun ke muka bumi. Kita dapat melihat kasih Tuhan, kesabaran Tuhan, mujizat melalui Yesus Kristus! Siapakah yang mau mati bagi orang berdosa seperti kita? Siapa yang tergantung di kayu salib untuk menebus dosa kita? Tuhan melihat dan menyayangi kita seperti anak kandungnya sendiri sebab itu Dia mau datang ke dunia untuk menebus dosa kita.
Kalau kita mau melihat kasih Allah maka lihatlah kepada Yesus yang mau mati tergantung di kayu salib bagi kita. Kasih Allah ada didalam Yesus Kristus! Kita yang jauh dari Tuhan, kita diampuni oleh Yesus Kristus. Kita yang menjadi seteru dengan Tuhan, kita diperdamaikan oleh Yesus Kristus. Kita yang menderita dalam hidup kita, kita menerima damai sejahtera dalam penebusan oleh Yesus Kristus. Yesus adalah Tuhan.
Yesus adalah tanda cinta kasih Tuhan. Dia tidak membalas pukulan, hinaan, cacian yang ditimpakan kepadaNya. Dia seperti domba yang dibawa ke pembantaian.  Kita  yang merasa tidak dikasihi, ingatlah bahwa kita dikasihi Allah Pencipta langit dan bumi melalui Yesus Kristus! Dia tahu akan kita, bahkan sejak kita masih dalam kandungan ibu, Dia mengenal kita.  Dia memperhatikan kita dan sangat rindu  menyembuhkan kita. Jangan merasa seperti yatim piatu. Dia sanggup mengeluarkan kita dari segala dosa. Dia dapat membuat kita merasakan kasih Allah yang setia kepada kita.
Mungkin kita  sudah merasa amat putus asa, tetapi Yesus mengasihi kita dan mau mati, tergantung di kayu salib, tersiksa bagi kita. Kita  dilahirkan untuk maksud ilahi. Ada rencana Tuhan bagi kita, yaitu rancangan penuh damai sejahtera dan sukacita. Kita tidak kebetulan dilahirkan di muka bumi ini.
Bagi yang putus asa diminta berdiri dan sungguh-sunguh datang kepada Tuhan. Ia sanggup melepaskan dari semua keputus-asaan. Diberikan tantangan untuk sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus dan menerima kasih sayang Allah melalui Yesus Kristus yang mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Rasakanlah kasih Allah dan  percaya kepada Yesus Kristus maka hidup kita  akan berubah. Kita  menjadi ciptaan yang baru dan dilahirkan kembali. Karena kepercayaan kita kepada  Yesus maka  dosa kita  diampuniNya. DarahNya membasuh dosa kita.  Semua diajak berdoa meminta ampun dan menerima Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadi mereka.
Susan Sumbayak maju ke depan. Semua yang mengalami gangguan pada mata dipanggil maju terlebih dahulu, seperti buta, kanker dan sakit lainnya. Semua yang sakit diminta menumpangkan tangan pada bagian yang sakit. Doa kesembuhan dinaikkan secara bersama dan percaya mujizat sedang berlangsung,  Seorang ibu yang mengalami mata yang buram disembuhkan dan dapat melihat dengan jelas, ternyata dia juga disembuhkan dari sesak nafas-nya. Seorang bapak yang melihat dengan remang-remang sudah bisa melihat dengan jelas. Mata seorang bapak yang lainnya yang mengalami gangguan juga sudah disembuhkan. Seorang ibu lainnya yang matanya rabun dan  remang-remang sudah dapat melihat dengan jelas.
Setelah itu semua yang mengalami masalah pada pinggangnya karena osteoporosis , syaraf terjepit dan lainnya diminta maju ke depan.  Seorang ibu yang mengalami masalah pada  pinggang nya dan sakit bila harus bangkit dari duduknya  didoakan. Setelah didoakan sudah bisa duduk dan berdiri dengan tidak sakit, bahkan tidak sakit ketika berlari, semua sakitnya sudah lenyap. Kemudian semua yang sakit diminta menumpangkan tangan pada bagian pinggangnya. Seorang ibu dalam kondisi sakit pinggang dan harus menggendong anaknya yang lumpuh didoakan. Sungguh Tuhan baik, mujizat terjadi, sakit pinggangnya lenyap dan sembuh. Semua yang sakit pinggang kemudian didoakan bersama-sama bahwa oleh bilur-bilur Yesus semua menjadi sembuh.
Kemudian semua orang yang sakit diminta maju ke depan untuk didoakan oleh para konselor. Pdt. Daniel JS memimpin doa kesembuhan dan dilanjutkan oleh Pdt. Yohanes dan  Pdt. Judah Pakasi.  Setelah itu barulah semua konselor dipersilahkan untuk mendoakan yang sakit satu per satu. Nampak semua konselor berdoa sungguh-sungguh dan menumpangkan tangan pada setiap umat yang sakit.
Disembuhkan dari katarak
Puji Tuhan, ada 20 umat yang menyaksikan kesembuhannya di atas panggung, mereka disembuhkan dari sakit katarak, pinggang, asam urat, kaki patah akibat kecelakaan, tidak bisa jongkok, lambung, kaki keram, tumor di leher, lever, vertigo, maag,  kaki kiri mengecil, rabun sejak lahir, darah rendah dan lainnya.
Luar biasa pekerjaan Tuhan di KPPI malam ini, sungguh Tuhan Yesus berkuasa!
34d83-j5y-cxu64r5m1hxyohqx2anvqlrwb307ykyml3yziftcxabeiqgfddcts4zbvzsucks0yvp9hpvtkadbfldhccsdcjnr6bwmbckjldxsxb3psli5ixvtiqc8nu0eqfxgtxd3of7nyineutciizyrvjz1iyg10rtw0ikitlonsmt3_wb_nk-kvsu-nl1syt4zvp


Leave a comment

KPPI PUSAT 13 Februari 2014 : Serahkan Bebanmu Kepada Tuhan

Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) kembali diadakan pada hari Kamis, 13 Februari 2014 di Auditorium Gedung Advent, Jl. MT Haryono Kav 4-5, Tebet, Pancoran, Jakarta Selatan. Inilah hari yang telah dijadikan Tuhan untuk menyatakan kasih dan kemuliaanNya atas Jabodetabek. Cerahnya langit sejak pagi hari menggambarkan bahwa Tuhan telah menjawab doa dan siap melakukan perkara-perkara yang besar.

Sejak  sore hari sudah banyak umat Tuhan yang bergegas memasuki ruangan kebaktian. Memulai kebaktian KPPI, umat Tuhan diajak bersukacita dan meninggikan Yesus yang hadir di tengah-tengah umatNya.   Firman Tuhan yang berbunyi, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur bagi tubuhku” diucapkan bersama-sama sebagai ungkapan sukacita dan pernyataan iman  oleh para jemaat.

Film kesaksian kesembuhan seorang Ibu bernama Ibu Ince yang disembuhkan dari sakit pinggang, dimana ibu ini semula kalau bergerak saja sangat sakit, namun disembuhkan Tuhan secara mujizat. Semua yang hadir dibangkitkan imannya dan percaya bahwa Tuhan juga akan melakukan mujizat bagi mereka yang sakit malam itu, karena Dia sangat mengasihi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Hamba Tuhan, Pdt. Jacob B Sumbayak maju dan memimpin dalam doa. Semua yang hadir dibawa untuk  datang kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi dengan rasa hormat, takut dan gentar dan memohon agar diberikan iman untuk bisa mengenal Tuhan.

Sesungguhnya di tengah segala penyakit, penderitaan dan kepahitan, Tuhan Yesus datang menjamah kita. Dalam doa dinyatakan agar semua jemaat memandang dengan imannya kepada Yesus Kristus yang mati di kayu salib. Seberapa jauh Tuhan mengasihi kita adalah  sejauh Dia menyerahkan nyawaNya, mati dan tersiksa bagi kita. Di mata-Nya ada kita yang ditebusNya. Di dalam hati-Nya ada kita yang dikasihi-Nya, yang perlu diselamatkan dan diampuni dosanya. Yesus adalah lambang kasih dan cinta Allah Bapa, telah tersiksa di kayu salib, mencucurkan darah, dicambuk, diludahi, dipaku, hanya demi setiap kita yang berdosa. Kita tidak sanggup keluar dari dosa kita. Tetapi darah Yesus menyelamatkan dan mengampuni kita. Tanpa penumpahan darah tidak akan ada pengampunan. Darah-Nya cukup menghapus semua pelanggaran dan pemberontakan kita. DarahNya cukup untuk mengampuni kita.  Yesus membasuh kita  dengan darahNya yang kudus.

Seluruh jemaat diajak untuk datang kepada Yesus dan menyerahkan beban pergumulan hidupnya kepada Yesus. Dia sanggup memberikan kelegaan dan pengampunan. Kita adalah orang yang dikasihi Tuhan dan  bukan orang yang terbuang. Kita diperhitungkan oleh Tuhan, bahkan rambut di kepala kita  pun terhitung semuanya. Dia begitu mengasihi kita. Tidak ada yang mau mati bagi orang  yang tidak benar seperti kita.  Hanya Yesus Kristus yang melakukannya. Setiap yang hadir diajak untuk sungguh-sungguh datang kepada Yesus dan percaya kepadaNya. Dialah sumber damai sejahtera, sukacita dan  pengampunan. Semua berdoa menerima Tuhan Yesus dalam hati mereka.

Kemudian Firman Tuhan disampaikan dan diambil dari Markus 5:26-30 mengenai seorang wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun. Wanita ini sudah berobat ke berbagai tabib, sampai habis uangnya, tapi tidak juga sembuh. Pastilah fisiknya amat  lemah, tapi dia punya iman  kepada Yesus. Dia sudah banyak mendengar tentang Yesus, memikirkan dan merenungkan tentang Yesus, akhirnya mengambil keputusan untuk datang kepada Yesus. Dia memiliki iman dan membuktikannya dengan mengambil tindakan iman, yaitu berjuang mendekati Yesus. Bukan hal yang mudah karena Yesus dikerumuni banyak orang. Tapi dia tidak menyerah, tidak mundur walau badannya lemah. Pada ayat 28 diceritakan bagaimana wanita ini tidak dapat berhadapan empat mata untuk bicara kepada Yesus, tapi dia tetap teguh dalam imannya dan  berkata, “Asal kujamah saja jubbah-Nya aku akan sembuh.” Dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya. Yang diperlukan adalah iman.  Yesus tidak melihat wanita ini tapi Dia mengetahui ada tenaga yang keluar dariNya. Sehingga Ia bertanya, “Siapa yang menjamah jubahKu?” Perempuan itu dengan takut dan gemetar datang dan dengan tulus menceritakan apa yang telah terjadi. Kata Yesus “Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkanmu”. Iman kita tidak saja berkuasa menyembuhkan tetapi juga menyelamatkan kita. Untuk itu biarlah setiap orang percaya kepada Tuhan dan  mujizat pasti terjadi baginya.

Susan Sumbayak maju dan memimpin dalam pujian. Mereka yang sakit jantung dan sakit pada bagian paru-paru diminta maju terlebih dahulu. Seorang ibu datang karena sakit jantung,  dalam keadaan sesak, nyeri, setelah didoakan tidak sesak lagi dan saat berlari tidak merasa sakit sama sekali. Juga seorang bapak datang dari Rumah Sakit, dengan kondisi sakit tumor pada paru-paru-nya setelah didoakan oleh Pdt. Daniel JS langsung mengalami kesembuhan.  Bapak ini berlari dan melompat merasakan kesembuhan yang sempurna.

Selanjutnya umat Tuhan yang sakit maju ke depan untuk didoakan bersama-sama. Semua konselor juga ikut maju untuk mendoakan. Kuasa kesembuhan sedang bekerja atas umatNya dan mujizat demi mujizat kesembuhan terjadi, yaitu disembuhkan dari sakit pada pinggang dan perut, tangan kanan sulit digerakkan, kaki kanan bengkak dan bernanah sehingga harus diamputasi karena diabetes tapi datang dan didoakan di KPPI pada bulan November 2013 maka seluruh lukanya menjadi kering dan gula darahnya juga sudah normal, sakit pada  lambung 3 tahun, sakit jantung koroner dan sesak, sesak nafas dari usia 3 tahun, stroke ringan tidak bisa jongkok, sembuh dari sulit berjalan dan sudah tidak menggunakan  tongkat, sakit pada bagian pinggul tidak bisa digerakkan, pembengkakan di jantung dan sesak, sembuh dari tidak ada perekat pada engsel tangan sehingga setiap digerakkan sakit sekali, sembuh dari sakit mata,  kaki tidak bisa jongkok selama 20 tahun, darah tinggi. Begitu banyak sakit penyakit yang disembuhkan. Puji Tuhan.

Di akhir kebaktian diberikan tantangan bagi siapa yang mau memberikan hidupnya melayani Tuhan. Ada banyak yang maju, tua dan muda,  memberikan hidupnya kepada Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan.

Haleluya, Tuhan sungguh baik, melawat dan memulihkan umatNya pada hari ini. Kemuliaan hanya bagi Tuhan!

DSC_6694


Leave a comment

Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI ) 23 Januari 2014: Allah Tidak Pernah Melupakanmu

Pada hari Kamis, 23 Januari 2014 telah berlangsung Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi (KPPI) yang pertama di tahun 2014. Di tengah-tengah suasana kota Jakarta yang mengalami banjir, Tuhan bekerja menjawab doa-doa yang telah dinaikkan dengan cuaca yang cerah menjelang sore hari. Allah telah menunjukkan kasih dan kuasaNya atas kota Jakarta.

 Image

Sebuah film kesaksian kesembuhan ditayangkan mengenai  Bapak Kasidi yang disembuhkan dari sakit pinggang selama 2 tahun  dalam acara  KPPI bekerja sama dengan GPI Sekampung Lampung,  membawa setiap jemaat percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan.

Jemaat juga diajak memperkatakan firman Tuhan dari Mazmur 106:1 “ Halleluya, bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik” dengan penuh keyakinan. Tuhan sungguh baik dan menuntun umatNya datang mendekat padaNya. Sukacita terlihat di wajah jemaat. Pemimpin pujian terus mengajak jemaat mengangkat tangan dan menguatkan iman mereka. Bahwa tiada yang mustahil bagi Tuhan. Segala hal dapat terjadi di dalam Tuhan. Biarlah semua datang kepada Tuhan dengan percaya. Ketika ada dalam permasalahan, Tuhanlah sumber kekuatan dan perlindungan.

Jemaat terus  menaikkan pujian menyatakan bahwa Tuhan adalah Allah yang  penuh kasih dan sayang. Bahwa nama  Yesus adalah yang termanis. Dia yang tahu  segala kesusahan kita dan akan memberi pertolongan.

 Image

Hamba Tuhan, Pdt. Jacob B Sumbayak menyampaikan Firman Tuhan, diambil dari Matius 9:27-30 tentang Yesus menyembuhkan dua orang buta. Kedua orang buta ini begitu bersemangat dan gigih mencari Tuhan. Mereka terus menerus berseru, “Kasihanilah kami hai Anak Daud.” Meski Tuhan Yesus terus berjalan dan tidak menanggapi apa-apa, kedua orang buta ini tidak putus asa dan terus menerus berseru kepada Yesus, Anak Daud. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Yesus bahkan masuk ke dalam sebuah rumah.

Memang diperlukan suatu keteguhan iman dan keteguhan hati untuk terus menerus mencari dan percaya kepada Tuhan. Bahkan ketika Yesus masuk ke dalam  sebuah rumah, kedua orang itu tetap mencari Tuhan Yesus. Setelah mereka masuk ke dalam  sebuah rumah, barulah Yesus mengatakan sesuatu. Dia mengatakan, “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” Dia tidak menawarkan kesembuhan. Mereka berdua serempak mengatakan, “Ya Tuhan, kami percaya.” Setelah itu Yesus menjamah mata mereka dan berkata, “Jadilah kepadamu menurut imanmu. “

Percayakah kita bahwa Yesus sanggup menyembuhkan sakit penyakit kita, bahwa Yesus Tuhan turun dari sorga, bahwa Yesus sanggup membangkitkan orang mati, memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan, sanggup menghentikan angin ribut, sanggup melakukan mujizat karena Dia adalah Tuhan. Ini adalah satu fakta, suatu kenyataan. Meski ini fakta tapi tidak terjadi mujizat karena diperlukan IMAN.  Karena Tuhan mengatakan, “Jadilah sesuai dengan imanmu.”

Image

Dari kita sendiri harus mempunyai suatu respon, keyakinan dan kepercayaan bahwa segala mujizat yang Yesus lakukan dapat terjadi kepada kita. Karena Dia berkata “Jadilah sesuai dengan imanmu.” Kita perlu percaya, tidak hanya menunggu dan melihat-lihat, tetapi harus memiliki iman percaya. Bukan hanya berkata, “Sembuhkanlah saya.”  Caranya adalah datang kepada Tuhan, percaya kepadaNya dan perkataanNya. Iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan.

Kedua orang buta ini punya iman walau sepertinya tidak diperdulikan. Mereka punya tindakan dari dirinya sendiri. Mereka terus mendatangi dan berseru-seru, “Yesus Anak Daud, sembuhkan kami.” Mereka memiliki passion, semangat, pantang menyerah, tidak putus asa, namun terus berseru. Walau sepertinya Tuhan tidak menghiraukan tetapi mereka tetap percaya Tuhan pasti menyembuhkan. Mereka tetap bertekun dan percaya. Itu hanya masalah waktu. Tuhan Yesus pasti mengingat saya. Dia tahu kesusahan saya. Dia sangat mengetahui segala sesuatu tentang saya, karena itu saya tetap percaya dan beriman kepadaNya. Oleh bilur-bilurNya kita disembuhkan. Jadilah sesuai dengan imanmu.

Apa yang menghalangi mujizat terjadi? Ketidakpercayaan. Suatu waktu Yesus datang ke Nazareth. Karena mereka tidak percaya pada Yesus, maka tidak banyak mujizat yang terjadi di sana. Hendaklah kita percaya kepadaNya. Kesembuhan tetaplah kasih karunia, mujizat tetaplah anugerah. Tetapi sepanjang kita masih dapat bernafas, berjalan, berpikir dan berjuag, maka hendaklah kita beriman kepada Tuhan. Jadilah sesuai dgn imanmu.  Mari datanglah kepada Tuhan, percaya kepada  Yesus Kristus yang adalah Allah sendiri yang turun ke muka bumi menjadi sama dgn manusia karena kasihNya kepada kita.

Percayalah Yesus sanggup menyembuhkan kita. Dia berkuasa atas kita. Kalau dia lupa akan kita maka kita akan binasa. Akuilah Tuhan dalam segala lakumu dan percayalah dengan segenap hati dan jiwamu. Bahwa Dia adalah penguasa atas hidup kita. Janganlah kita bersandar kepada pengertian kita sendiri. Maka anugerah dan mujizat akan terjadi. Jadilah sesuai dengan imanmu.Seluruh jemaat diajak untuk datang kepada Tuhan dan minta ampun atas segala dosa mereka.  Mereka berdiri dan mengangkat tangan kepada Tuhan. DarahNya cukup untuk mengampuni dosa-dosa kita dan membebaskan kita dari dosa kita. Hendaklah kita datang secara pribadi dan berurusan dengan Tuhan Pencipta langit dan bumi,  yang datang dan mati di kayu salib menebus dosa kita.


Image

Kemudian Susan Sumbayak maju ke depan dan menyampaikan bahwa Tuhan tahu apa yang kita rasakan yang paling dalam. Ketika kita menangis, merasa tidak memiliki apa-apa maka Dia ada di sana dan mau memberi bagi kita. Selalu ada berkat, kasih sayang, pengampunan dan penghiburan. Tuhan sangat baik, akan memberikan yang terbaik. Tuhan sedang bekerja, ingin menyelamatkan, memulihkan, memperbaharui, mengubah hidup kita menjadi baru, supaya kita tidak sama lagi seperti kemarin. Tuhan ingin membangun kita, supaya kita tidak disebut yang lemah.  Tuhan tidak saja ingin menyembuhkan dan menyelamatkan kita tetapi  Dia ingin memulihkan kita. Sesungguhnya masih ada banyak berkatNya. Tuhan ingin memberi lebih banyak dan lebih banyak lagi. Tidak saja kita disembuhkan tapi  juga dipulihkan menjadi baru.

Lalu Susan Sumbayak menghampiri seorang anak muda yang menderita sakit kepala terus menerus selama bertahun-tahun. Semua konselor  dan semua yang sakit pun dipanggil maju ke depan. Seorang ibu yang karena rematik tidak dapat berjalan dan harus menggunakan tongkat didoakan. Tuhan menyembuhkan dan ibu itu dapat berjalan dengan ringan. Seorang bapak disembuhkan dari sakit lambung selama 40 tahun dan malam itu dapat berlari-lari dan menyatakan bahwa ia telah disembuhkan oleh Tuhan. Setelah itu setiap yang sakit diminta memegang bagian tubuh yang sakit dan percaya Tuhan akan menyembuhkan.

Doa kesembuhan dinaikkan terlebih dahulu secara bersama-sama. Barulah kemudian para konselor bergerak menghampiri yang sakit dan mendoakan satu-persatu. Kuasa Tuhan bekerja dan berbagai kesembuhan terjadi  dari sakit pada punggung, kaki, jantung selama 5 tahun, reumatik selama 5 tahun, sakit prostat 3 tahun dan disembuhkan setelah datang KPPI 10 kali, sakit pinggang 2 tahun dan sudah datang KPPI 7 kali, maag kronis, sakit tumor akibat operasi pita suara sangat kecil, sakit pada pinggang. Seorang bayi berusia 1 tahun memiliki kelainan pada jantung, makan dan minum harus menggunakan selang, telah datang ke KPPI selama 4 kali, mujizat terjadi padanya. Setelah dicek dokter  dinyatakan bahwa jantungnya sembuh, juga sudah bisa minum sendiri tanpa menggunakan selang.

Sungguh Allah maha kuasa dan layak menerima segala pujian, hormat dan syukur. Terpujilah Tuhan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.